Perkembangan motorik

Tugas Perkembangan Motorik
1. Cari kategori fungsi keterampilan motorik, jelaskan!
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik
3. Prinsip-prinsip perkembangan motorik
4. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi laju perkembangan motorik

1. Kategori fungsi ketrampilan motorik
Keterampilan motorik yang berbeda memainkan peran yang berbeda pula dalam penyesuaian sosial pribadi anak. Sebagai contoh, sebagian keterampilan berfungsi membantu anak untuk memperoleh kemandiriannya, sedangkan sebagian lainnya berfungsi untuk membantu mendapatkan penerirnaan social, karena tidak mungkin mempelajari keterampilan motorik secara serempak anak akan memusatkan perhatian untuk mempelajari keterampilan yang akan membantu mereka memperoleh bentuk penyesuaian yang penting pada saat itu. sebagai contoh, apabila anak merasa sangat ingin mandiri, mereka akan memusatkan perhatian untuk menguasai keterampilan yang memungkinkan mereka dapat mandiri. Sebaliknya, apabila anak ingin mendapatkan penerimaan teman sebaya, maka mereka akàn memusatkan perhatian untuk mempelajari keterampilan yang diperlukan oleh kelompoknya. Secara kasar, sesuai dengan fungsi yang dilayaninya dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak, keterampilan motorik dapat dibagi ke dalam 4 kategori.
– Keterampilan bantu diri (self-help)
Untuk mencapai kemandiriannya, anak harus mempelajari keterampilan motorik yang memungkinkan mereka mampu melakukan segala sesuatu bagi diri mereka sendiri, Keterampilan tersebut meliputi keterampilan makan, berpakaian, merawat diri dan mandi. Pada waktu anak mencapai usia sekolah, penguasaan ketrampilan tersebut harus dapat membuat anak mampu merawat diri sendiri dengan tingkat keterampilan dan kecepatan seperti orang dewasa.
- Keterampilan bantu sosial
Untuk menjadi anggota kelompok sosial yang diterima di dalam keluarga, sekolah, dan tetangga, anak harus menjadi anggota yang kooperatif. Untuk mendapatkan penerimaan kelompok tersebut, diperlukan keterampilan tertentu, seperti membantu pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah.
- Keterampilan bermain
Untuk dapat menikmati kegiatan kelompok sebaya atau untuk dapat menghibur diri di luar kelompok sebaya, anak harus mempelajari keterampilan bermain bola, ski, menggambar, melukis dan memanipulasi alat bermain.
- Keterampilan sekolah
Pada tahun permulaan sekolah, sebagian besar pekerjaan melibatkan keterampilan motorik seperti melukis, menulis, menggambar, membuat keramik, menari, dan bertukang kayu. Semakin banyak dan semakin baik keterampilan yang dimiliki, semakin baik pula penyesuaian sosial yang dilakukan dan semakin baik prestasi sekolahnya, baik dalam prestasi akademis maupun dalam prestasi yang bukan akademis.
Perlu diperhatikan bahwa sebagian besar keterampilan tersebut banyak melibatkan penggunaan kaki, tetapi lebih banyak melibatkan penggunaan tangan, sedangkan yang lainnya melibatkan penggunaan seluruh otot tubuh. Dari keempat kategori tersebut, keterampilan bantu diri biasanya dipelajari terlebih dahulu karena sering kali penting bagi anak untuk mandiri sebelum penting artinya bagi mereka untuk menjadi anggota kelompok teman sebaya. Sebelum anak cukup dewasa untuk bersekolah, mereka tidak membutuhkan keterampilan sekolah. Akibatnya mereka kurang termotivasi untuk mempelajari keterampilan tersebut.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik
Meskipun dalam aspek yang lebih luas perkembangan motorik mengikuti pola yang serupa untuk semua orang, dalam rincian pola tersebut terjadi perbedaan individu. Hal ini mempengaruhi umur pada waktu perbedaan individu tersebut mencapai tahap yang berbeda.
3. Prinsip-prinsip Perkembangan Motorik
Berikut ini prinsip-prinsip dalam perkembangan motorik, antara lain.
 Perkembangan motorik tergantung pada kematangan otot dan syaraf
Perkembangan bentuk kegiatan motorik yang berbeda sejalan dengan perkembangan daerah (areas) sistem syaraf yang berbeda. Karena perkembangan pusat syaraf yang lebih rendah, yang bertempat dalam urat tulang syaraf belakang, pada waktu lahir berkembangnya lebih baik ketimbang pusat syaraf yang lebih tinggi yang berada dalam otak, maka gerak reflek pada waktu lahir lebih baik dikembangkan dengan sengaja ketimbang dibiarkan berkembang sendiri. Dalam waktu yang singkat sesudah lahir, gerak reflek penting yang diperlukan untuk hidup seperti mengisap, menelan, berkedip, merenggutkan lutut, dan reflek unit daging tempurung lutut, bertambah kuat dan terkoordinasi secara lebih baik. Sebelum kehidupan tahun pertama berakhir, hal yang kurang berguna lainnya seperti Babinski, yakni reflek genggaman ibu jari kaki, reflek geaggaman tangan, reflek Moro dan reflek Babkin secara bertahap berkurang dan menghilang. Tahapan perkembangan gerak refleks yang dialami anak saat usia balita, sebagai berikut:
a. Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex)
b. Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex)
c. Gerak refleks pencarian (search reflex)
d. Gerak Refleks Moro (moro reflex)
e. Gerak Refleks Tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex)
f. Gerak Refleks Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex)
g. Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp reflex)
h. Gerak Reflex Kedua Telapak Tangan (palmar mandibular refelx)
i. Gerak Refleks Berjalan Kaki (stepping reflex)
j. Gerak Refleks Berenang (swimming reflex)

4. Kondisi-kondisi yang Mempengaruhi Laju Perkembangan Motorik
Berikut ini kondisi yang memiliki dampak paling besar terhadap laju perkembangan motorik.
 Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan mempunyai pengaruh yang menonjol terhadap laju perkembangan motorik
 Seandainya dalam awal kehidupan pasca lahir tidak ada hambatan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, semakin aktif janin semakin cepat perkembangan motorik anak
 Kondisi pralahir yang menyenangkan khususnya gizi makanan sang ibu, lebih mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa pascalahir, ketimbang kondisi pralahir yang tidak menyenangkan
 Kelahiran yang sukar, khususnya apabila ada kerusakan pada otak akan memperlambat perkembangan motorik.
 Seandainya tidak ada gangguan lingkungan, maka kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan pascalahir akan mempercepat perkembangan motorik
 Anak yang IQ tinggi menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dibandingkan anak yang IQ-nya normal atau di bawah normal
 Adanya rangsangan, dorongan dan kesempatan untuk menggerakkan semua bagian tubuh akan mempercepat perkembangan motorik
 Perlindungan yang berlebihan akan melumpuhkan kesiapan berkembangnya kemampuan motorik
 Karena rangsangan dan dorongan yang lebih banyak dari orang tua, maka perkembangan motorik anak yang pertama cenderung lebih baik ketimbang perkembangan motorik anak yang lahir kemudian. Kelahiran sebelum waktunya biasanya memperlambat perkembangan motorik karena tingkat perkembangan motorik pada waktu lahir berada di bawah tingkat perkembangan bayi yang lahir tepat waktunya.
 Cacat fisik, seperti kebutaan akan memperlambat perkembangan motorik
 Dalam perkembangan motorik, perbedaan jenis kelamin, warna dan sosial ekonomi lebih banyak disebabkan oleh perbedaan motivasi dan pelatihan ketimbang anak karena perbedaan bawaan.

Daftar Pustaka
• Diktat Perkembangan Motorik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: